Minggu, 15 November 2009

Bisnis Warung Tenda

Slamet Pardi kenalan saya, di PHK hanya dengan sedikit pesangon. Tak ada upaya konstruktif dari lembaga mana pun yang membimbingnya harus melakukan apa selanjutnya untuk menafkahi keluarganya. Slamet Pardi sendirian, dan harus segera menentukan apakah dia akan mencari kerja lagi di usianya yang tidak lagi muda. Atau mencoba suatu usaha/berwirausaha untuk mencari keuntungan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Tak cukup banyak waktu untuk menganalisa peluang dan resikonya. Akhirnya dia membuka warung tenda. Ingin tahu lebih banyak tentang warung tenda ?

Anda kesulitan mencari warung tenda ? Keterlaluan ! Jika memang demikian, pastilah anda tinggal di pedesaan terpencil yang jarang penduduknya. Namun jika anda penghuni kota propinsi, apalagi ibukota Jakarta, pastilah menyaksikan tebaran warung tenda di banyak tepian jalan dan taman. Bahkan kota kabupaten pun sudah mulai disemarakkan oleh beragam jenis warung tenda, khususnya pada sore dan malam hari.

Banyak analisa menyangkut penyebab keberadaan warung tenda serta perkembangannya yang demikian pesat belakangan ini. Yang pasti, bagi saya ini semakin menunjukkan betapa sektor usaha kecil memang merupakan salah satu pilar penyokong perekonomian negara kita yang amat menentukan. Dan betapa bangsa kita yang sebagian besarnya nota bene merupakan rakyat kecil, sebenarnya memiliki ketangguhan menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di lingkungannya, seperti Slamet Pardi kenalan saya tersebut.

Keliling blog saya kali ini tidak bermaksud memunculkan warung tenda yang ada satu persatu. Terlalu banyak halaman akan dihabiskan. Ada beberapa tulisan menarik seperti bagaimana menyusun analisa kelayakan usahanya, kiat operasionalnya, bagaimana membuat nilai tambah, menyikapi persaingan, dan sebagainya. Tentunya lewat penyajian beberapa contoh warung tenda yang ada.

http://teguhatmajaya.blogspot.com/2007/12/saya-belajar-dari- kang-asep.html
Disini Anda akan mendapat wawasan bagaimana Kang Asep yang tidak lulus SD dan berbekal jurus kepepetnya (seperti banyak pengusaha kecil kita), mampu meraih sukses berbisnis warung tenda. Ada yang menarik mengenai peran Pak Gondrong yang berwenang dalam perijinan lokasi warung tenda.

http://www.scribd.com/doc/17027795/Analisis-Sistem-Bisnis- LadaIsPedas
Referensi yang cukup lengkap bagi yang ingin mempelajari analisa kelayakan usaha warung tenda, dalam kasus ini adalah warung tenda bercitarasa pedas.

http://pewarta-indonesia.com/nspirasi/Kuliner/warung-tenda- pilihan-hidup-yang-menghidupi.html
Mau tahu bagaimana semaraknya warung tenda di daerah Jawa Tengah, tepatnya di Kutoarjo – Purworejo ? Mas Agus Fitri Yanto membuat laporannya disini, bagaimana usaha warung tenda menjadi pilihan hidup yang menghidupi.

http://muhammadreza.multiply.com/journal/item/47
Yang ini bercerita tentang kehidupan sosial di warung tenda wilayah Jawa Barat, tepatnya di Cisangkuy Bandung

http://transbisnis.com/2009/07/28/warung-tenda-bersaing- menuju-eksistensi/
Kali ini warung tenda di daerah Purworejo dijadikan media pembelajaran usaha skala mikro, dengan pembahasan yang lebih akademis. Bagaimana marketing strategy diterapkan disana ? Kunjungi saja blog ini.

http://simpang5.wordpress.com/2008/05/08/masakan-china-ala- warung-tenda/
Kisah warung tenda dengan masakan cina, warung tenda sebagai batu loncatan sebelum mampu membuka restoran.

http://www.majalahpengusaha.com/content/view/1076/93/
Isi blog majalah pengusaha ini menarik. Ternyata kemampuan memberikan layanan yang customize bisa dipadukan dengan penghematan sumberdaya. Judul tulisan ”Pelanggan Adalah Budak, Bukan Lagi Raja” betul-betul menggelitik. Bahasannya memang untuk banyak jenis usaha, tetapi warung tenda menjadi satu contoh pertamanya.

http://www.majalahpengusaha.com/content/view/867/93/
Siapa tidak kenal pecel lele ? Sepertinya menu satu ini sudah demikian lekat dengan warung tenda. Satu lagi tulisan dari blog majalah pengusaha yang mengupas nilai rupiah dari usaha warung tenda.

http://www.indosound.com/v2/index.php?option=com_content&task =view&id=228&Itemid=28
Tulisan berjudul ’Banting Setir jika Sudah "Enggak" Laku’ ini menguraikan kisah saat para selebritis terjun ke bisnis warung tenda, yang cukup marak beberapa waktu yang lalu.

http://achiles-punyablog.blogspot.com/2009/03/fenomena-warung- tenda-gaul.html
Nah, ternyata warung tenda sudah mengalami perkembangan baru, ada kata gaul di belakangnya. Apa sih bedanya dengan warung tenda biasa ? Bisa disimak di blog ini.

http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=Mjg3MDU=&click=MjM=
Warung Tenda Dinilai Kurang Higienis. Penilaian untuk kasus di warung tenda di Bogor ini mungkin ada benarnya. Namun hal ini merupakan peluang peningkatan. Untungnya pemerintah ikut turun tangan hingga ke tingkat suplier ikan lele.

http://lintaka.com/2009/11/01/bisnis-model-%E2%80%93-warung- pecel-lele-bukan-case-study/
Meskipun bukan studi kasus, model bisnis ini bisa menjadi pertimbangan bagi anda yang berniat terjun ke bisnis pecel lele.

http://www.agrina-online.com/redesign2.php?rid=10&aid=777
Bukan hanya pecel lele, masakan daging bebek saat ini juga mulai banyak penggemarnya. Dan yang lebih menarik, ternyata pasokan daging bebek masih kurang. Peluang bagus bagi yang ingin beternak bebek potong.

http://web.bisnis.com/bursa/obligasi/1id81224.html
Blog yang terakhir ini menulis tentang pelatihan untuk mencetak para wirausaha baru, serta upaya mendampingi & merawat wirausaha baru. Kalau jurus kepepet saja bisa berhasil, mestinya yang ini bisa lebih mulus jalannya. Asalkan jangan lupa yang satu ini : semangat wirausaha !


2 Comments:

Cara Membesarkan Penis said...

I am a frequent visitor in your blogs, this post is very interesting and easy to read .... I hope to visit again

model mobil said...

Jangan berhenti untuk terus berkarya, semoga

kesuksesan senantiasa menyertai kita semua.
keep update! model mobil

Posting Komentar

Komentar Anda, Harapan Saya

blogger templates | Make Money Online